Rusia Mencoba Belgorod, Kapal Selam Nuklir Terbesar – Rusia sudah mengawali percobaan coba laut kepada Belgorod( K- 329), kapal selam terbanyak berenergi nuklir, di Laut Putih. Kapal selam raksasa buat tujuan spesial ini dibentuk dalam durasi 30 tahun.

Rusia Mencoba Belgorod, Kapal Selam Nuklir Terbesar

Rusia Mencoba Belgorod, Kapal Selam Nuklir

nascocorridor – Kapal selam ini dibentuk di atas alat pencernaan kapal kategori Oscar- II, namun misinya amat berlainan. Belgorod hendak bawa senjata terkini buat penangkalan nuklir Rusia, ialah drone Poseidon nuklir. Tidak hanya itu, kapal selam ini didesain buat bawa kapal selam yang lebih kecil buat tujuan spesial penyelaman yang lebih dalam, semacam kapal selam Losharik, dan perlengkapan buat profesi tentara rahasia di dasar laut. Dengan drone Poseidon yang menyelam lebih dalam dalam, Rusia bermaksud buat melawan sistem pertahanan peluru kendali Amerika Sindikat( AS) serta dengan itu membenarkan penangkalan serta serbuan.

Baca juga : Proyek  Xi Jinping, Kapal Perang Cina II

Drone Poseidon berdimensi dekat 20 kali lebih besar dari torpedo wajar. Dibantu oleh reaktor nuklirnya sendiri yang berdimensi kecil, Poseidon bermaksud buat beranjak dengan cara bebas tanpa henti dari mana saja di Poros Utara serta ke mana saja di tepi laut timur Amerika Sindikat.

Sedikit yang diterbitkan mengenai kapal selam Belgorod sejauh 178 m ini, namun kantor informasi TASS pada akhir minggu kemudian mengonfirmasi kalau Belgorod melaut ke Laut Putih pada 25 Juni buat percobaan coba laut awal.

Gambar serta film Belgorod melaut dari galangan kapal Sevmash sudah bermunculan di alat sosial Rusia.

The Barents Observerpada Senin( 29/ 6/ 2021) memberi tahu kalau Moskow berencana buat memobilisasi 16 drone Poseidon buat kewajiban tempur dengan Armada Utara.

2 kapal selam tujuan spesial, Belgorod serta Khabarovsk, hendak bawa senjata. Keduanya dibentuk di galangan kapal Sevmash, di Severodvinsk. Pada langkah berikutnya, 2 ataupun 3 kapal selam bonus dari kategori yang serupa dengan Khabarovsk direncanakan hendak dibentuk buat tujuan yang serupa.

Belgorod sudah dikeluarkan pada April 2019 serta hendak diserahkan pada GUGI, Direktorat Penting Riset Laut Dalam, kala percobaan coba laut berakhir serta kesiapan dikonfirmasi.

Rusia Sukses Luncurkan Peluru kendali Balistik Interkontinental Kedr Terbaru

Rusia sukses melaksanakan percobaan coba peresmian peluru kendali balistik interkontinental( ICBM) terkini. Peluru kendali yang dibesarkan sendiri itu dikeluarkan dari kosmodrom Plesetsk di barat laut negeri itu.

Kantor informasi penguasa, TASS, mengambil pangkal di pabrik pertahanan setempat pada Senin( 28/ 6/ 2021) memberi tahu percobaan peresmian ICBM itu. Julukan ICBM yang dicoba coba merupakan Kedr.

Pangkal itu berkata percobaan peresmian peluru kendali berjalan pada medio Juni. Peluru kendali itu dibesarkan oleh Moscow Institute of Thermal Technology( MITT) yang ialah bagian dari industri luar angkasa negeri Roscosmos.

” Pada medio Juni, peluru kendali balistik istimewa terkini yang dibesarkan oleh Moscow Institute of Thermal Technology( MITT) sukses dikeluarkan dari dermaga antariksa Plesetsk,” tutur pangkal di pabrik pertahanan Rusia.

MITT belum mau membagikan pendapat sah Mengenai ICBM terkini yang dicoba coba.

Badan itu mulai meningkatkan perubahan angkatan terkini ICBM Kedr berplatform silo serta mobile, dan berbahan bakar padat selaku bagian dari usaha kenaikan persenjataan penting negeri.

Bagi informasi tadinya, konsep penguasa buat mengawali pengembangan teknologi pada 2023- 2024. Profesi riset serta pengembangan( R&D) pada Kedr sudah dibiayai di dasar program logistik senjata negeri, yang hendak berjalan sampai 2027.

MITT sudah meningkatkan peluru kendali Topol, Topol- M, Yars serta Bulava Rusia, sebaliknya peluru kendali Kedr diharapkan bisa mengambil alih sistem Yars pada akhir tahun 2030.

Rusia Menentang Aturan Bumi Barat yang Terkontaminasi dengan cara Ideologis

Menteri Luar Negara( Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengancam aturan bumi berplatform ketentuan yang dipromosikan Barat.

Dalam postingan buat setiap hari Rusia Kommersant, Sergey Lavrov berkata aturan berplatform ketentuan tidak dieja dengan betul serta tidak mempunyai konten spesial, membolehkan dakwaan” pelanggaran ketentuan” kala berlawanan dengan kemauan Barat.

“ Terus menjadi kurang khusus yang mereka miliki, terus menjadi leluasa tangan mereka buat melaksanakan aplikasi sekehendak hati memakai siasat kotor selaku metode buat memencet kompetitor,” catat Lavrov.

Bagi Lavrov, Rapat Tingkatan Besar( KTT) G7 serta NATO baru- baru ini membuktikan Barat hendak melaksanakan hal global cuma beralasan apa yang dianggapnya betul serta hendak mendesak pihak lain buat menjajaki jejaknya.

Lavrov dengan cara spesial mengatakan Piagam Atlantik Anglo- Amerika yang disetujui Kepala negara AS Joe Biden serta Kesatu Menteri Inggris Boris Johnson pada 10 Juni 2021 di sela- sela KTT G7, dengan berkata piagam itu didesain selaku titik dini buat membuat aturan bumi terkini, dipimpin sekedar oleh“ ketentuan” Barat. Dalam dokumen- dokumen yang” terkontaminasi dengan cara ideologis” ini, Barat melaporkan haknya yang diserahkan sendiri buat membuat kembali negara- negara” non- demokratis” bagi kebiasaan Barat, yang dicirikan oleh Lavrov selaku” tindakan imperial, neo- kolonial dalam hubungannya dengan negara- negara ketiga.”

Baca juga : 10 Senjata Paling Kuat di Dunia

Akta itu kandas mengatakan Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB), Badan buat Keamanan serta Kerjasama di Eropa( OSCE), yang melaporkan NATO selaku salah satunya pusat pengumpulan ketetapan yang legal.

“ Akta itu berupaya alihkan dialog mengenai isu- isu kunci ke program yang disukainya, di mana tidak terdapat suara pembangkang yang bisa didengar, memperlebar kesenjangan dampingi negeri,” ucap Lavrov.

” Dokumen- dokumen yang diadopsi pada KTT Cornwall serta Brussels menguatkan rancangan aturan bumi berplatform ketentuan selaku keseimbangan prinsip- prinsip umum hukum global dengan Piagam PBB selaku pangkal kuncinya,” dempak ia.

Deputi Rusia Datangi Lebanon Membawa Banyak Cetak biru Konstruksi

Deputi administratur serta pebisnis Rusia datang di Lebanon pada Senin buat kedua kalinya, dengan ajuan bermacam cetak biru yang melingkupi minyak serta listrik.

“ Deputi Rusia pula menawarkan cetak biru reka ulang dermaga Beirut serta Tripoli,” kata informasi web informasi RT.

Deputi itu hendak menekuni kelayakan koreksi 2 kincir minyak di Zahrani serta Tripoli dan 2 generator listrik di bagian lain Lebanon.

Bagi pangkal yang mendatangi pertemuan deputi dengan administratur Lebanon, di antara regu Rusia merupakan industri prasarana Hydro Engineering and Construction.

Perusahaan- perusahaan itu menikmati banyak sokongan penguasa Rusia. Deputi itu melangsungkan pertemuan dengan Departemen Perhubungan serta Profesi Biasa Lebanon buat mangulas isu- isu terpaut dermaga.

Mereka pula berjumpa perwakilan Departemen Tenaga serta Air buat menelaah rumor minyak serta kincir. Pangkal yang serupa berkata Rusia hendak mendatangi dermaga dalam sebagian hari kelak serta setelah itu mengajukan ijab teknis pada Sabtu.

Sedangkan seluruh ajuan itu bisa jadi disambut oleh kebanyakan orang Lebanon, mereka bisa jadi ditentang pihak- pihak yang mempunyai” kebutuhan menguntungkan serta politik” dengan pihak eksternal khusus.